WA ODE IRMAYANTI C1D119193


Nama : WA ODE IRMAYANTI 

Nim : C1D119193 

BAB VI PERENCANAAN KEGIATAN HUMAS (PR)

 

A.   Perencanaan program program public relation

 ada 4 yang paling menonjol bagi dilakukannya perencanaan   humas, antara lain sebagai berikut:

1.untuk menentukan target target operasi humas yang nantinya akan menjadi tolak ukur atas segenap hasil yang diperoleh ,

2.untuk memperhitungkan jumlah ah jam kerja dan berbagai biaya yang diperlukan,

3.untuk menyusun skala prioritas guna menentukan jumlah program dan waktu yang diperlukan,

4 untuk menentukan kesiapan  atau kelayakan pelaksanaan.

 

  B.  Model perencanaan humas

       6 langkah yang sudah diterima ma ke cara luas oleh para praktisi humas profesional itu adalah sebagai berikut:

 

1.  pengenalan situasi

a.  perencanaan logis

Kunci pertama dalam penyusunan suatu rencana secara logis adalah pemahaman terhadap situasi yang ada. Adapun kegiatan-kegiatan humas yang sebenarnya senantiasa menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran. kegiatan humas yang sesungguhnya juga menuntut keterbukaan sedangkan keterbukaan membutuhkan komunikasi yang baik. Untuk itu perlu diadakan suatu studi mengenai situasi situasi internal maupun eksternal yang dihadapi organisasi.

b.  Proses transfer humas

Melalui Perubahan tersebut diharapkan pada akhirnya akan dicapai suatu pengetahuan yang akan menumbuhkan pemahaman timbal balik antara organisasi yang bersangkutan dengan segenap khalayaknya.

 bisa memahami kondisi organisasi, Meskipun mereka tidak menyukai, tujuan humas tercapai,

empat Sikap unsur sikap secara lebih mendalam:

c.  permusuha disini kita perlu mengetahui ada tidaknya sikap permusuhan yang tertuju kepada organisasi atau perusahaan kita, sejauh mana kadarnya, seperti apa bentuknya,  faktor penyebabnya,

d.  prasangka, bisa muncul dari sebab-sebab yang bersifat pribadi, keagamaan, konflik sosial atau benturan kelas, lingkungan atau semata-mata hanya karena salah paham.

e.  apati,  merupakan musuh utama humas  karena merupakan ganjalan Pokok bagi terciptanya pemahaman.

f.  sikap acuh tak acuh sikap acuh tak acuh

 

C.     kompromi yang dibutuhkan

               Mungkin target ini lebih baik daripada target yang berlebihan seperti menginginkan seluruh kelayak menerima seluruh gagasan yang dilemparkan.  hasil-hasil yang kecil dapat dibina lebih lanjut sehingga menjadi hasil yang lebih memuaskan pada masa-masa mendatang.

   D.    Penyelidikan situasi

       guna  menyelami situasi yang ada, kita perlu mengadakan  suatu investigasi atau penyelidikan seperti melakukan observasi.



E.    pengumpulan data

 praktisi humas mengumpulkan data atau studi sikap di mana seorang pewawancara akan mengajukan serangkaian pertanyaan kepada Ada sejumlah responden sampel yang dianggap cukup mewakili khalayak yang hendak dituju.

F.     pemecahan masalah

Humas yang baik adalah humas yang mampu mengubah sikap sikap negatif ke positif dengan cara menguraikan apa yang menjadi kenyataan sebenarnya tanpa bermaksud memutarbalikkan atau memanipulasi kenyataan.

G.    metode-metode pengenalan situasi

 

 caranya adalah:

·  Survey

·   pemantauan berita

·   tinjauan terhadap angka dan grafik penjualan

·   tinjauan terhadap kondisi kondisi persaingan pada umumnya di pasar

·   tinjauan terhadap fruktuasi harga-harga paham  

·   situasi hubungan industri

·   kondisi dan pengaruh cuaca

·   frekuensi keluhan konsumen

·   diskusi mendalam dengan para petugas penjualan  serta para distributor

·   tinjauan secara seksama terhadap harga-harga produk dan fluktuasinya

·   kajian secara mendalam terhadap berbagai kekuatan pasar

·   sikap-sikap tokoh masyarakat

 

2.     Definisi tujuan

a.      untuk mengubah Citra umum di mata  khalayak

b.     untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai

c.      untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan

d.     untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat

e.      untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan

f.      untuk memperbaiki hubungan antara perusahaan dengan khalayaknya

g.     untuk mendidik para pengguna atau konsumen

h.     untuk meyakinkan khalayak  bahwasanya perusahaan mampu bertahan atau bangkit kembali setelah terjadi suatu krisis

i.       untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi resiko pengambilalihan oleh pihak-pihak lain

j.       untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru

k.     untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para pimpinan perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari

l.       untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu acara

m.   untuk memastikan bahwasannya para politisi benar-benar memahami kegiatan-kegiatan atau produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan terhindar dari peraturan ,undang-undang, dan kebijakan pemerintah yang merugikan

n.     untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan perusahaan.

 

 faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam penetapan skala prioritas

 terpilihnya suatu tujuan Tidak hanya ditentukan oleh keterbatasan sumber daya tetapi juga hal-hal lainnya. sebagai contoh, tujuan dari ke-14 tujuan diatas tidak semata-mata ditentukan oleh dana yang tersedia, tetapi juga oleh sejauh mana  pimpinan perusahaan atau organisasi yang bersangkutan menyadari arti penting humas dan seberapa baik ia menjalin hubungan dengan kalangan media massa.

3.        Penetapan khalayak

  organisasi harus menetapkan atau menentukan sebagian diantaranya yang paling sesuai atau yang paling dibutuhkan nya. dengan  jumlah halayak yang lebih terbatas, suatu organisasi akan lebih efisien dalam menggarap nya apalagi jika dikaitkan dengan kelangkaan sumber daya.

 perbedaan pentingnya khalayak dunia humas dengan periklanan, periklanan relatif terbatas, misalnya tertentu yang berpotensi membeli produk. sedang khalayak Rela dan yang anak Tinggi  dan anggota parlemen.

 

4.        pemilihan media dan teknik humas

      bila kita membandingkan media humas dan media iklan, akan muncul 5 hal menarik sebagai berikut:

1.        kampanye periklanan dan kampanye humas sama-sama bisa menggunakan berbagai macam media.

2.        aktivitas humas lebih banyak berhubungan dengan para editor jurnalis serta Para produsen TV dan radio Sedangkan para praktisi periklanan lebih banyak berhubungan dengan para manajer iklan perusahaan

3.        iklan sifatnya jauh lebih komersial dibandingkan dengan   humas

4.        kampanye periklanan dilakukan terbatas sedangkan sampahnya humas bersedia menggunakan media apa saja

5.        tidak seperti dunia periklanan dunia kehumasan dapat menggunakan berbagai media khusus seperti jurnal jurnal internal, buletin dan lain sebagainya.

 

 Variasi media humas

a.      Media pers,

b.      audio visual,

c.      radio,

d.      televisi,

e.      pamer,

f.       bahan-bahan cetakan,

g.       penerbitan buku khusus,

h.      surat langsung,

i.       pesan-pesan lisan,

j.        pemberian sponsor ,

k.     jurnal organisasi,

l.       ciri khas dan identitas perusahaan

m.    bentuk-bentuk media humas lainnya.

 

 Media dan anggaran

 para perencanaan media humas juga harus memperhitungkan media mana yang harus digunakan untuk menjangkau khalayak yang telah dipilih, tentunya sesuai dengan keterbatasan anggaran yang ada

 

5.       Anggaran

    cukup memahami bahwa humas merupakan kegiatan yang padat karya, sehingga pos pengeluaran terbesar dihabiskan untuk membayar pemakaian jam kerja alias gaji personil. ada kalanya,  Pos pos  pengeluaran itu dialihkan ke anggaran lainnya, Misalnya saja ke anggaran dokumentasi.

 

 6.  Pengukuran hasil Pengukuran keberhasilan atau kegagalan

 a.metode pengumpulan pendapat atau uji sikap merupakan dua metode yang lazim digunakan,

 b.metode metode hasil evaluasi biasanya diterapkan pada tahap perencanaan

       c.setiap program humas harus memiliki tujuan yang pasti. untuk itu,  perlu ditetapkan target-target terlebih dahulu

Komentar